Suara Hati Publik My.Id| JAKARTA, 15/01/2026
Tidak asing bagi kita warga Pekanbaru, sosok bertalenta dan hambel, Letkol Pom I Gede Eka Santika, S.H., M.P.M. DevSec., M.H., yang selama dua tahun (2021–2023) berkiprah dan menjadi bagian dari Kota Pekanbaru. Beliau adalah mantan Dansatpom Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru yang sudah tidak diragukan lagi jasa-jasanya untuk memajukan instansi yang beliau pimpin, serta ikut berkiprah dalam memberi warna untuk pembangunan di Kota Pekanbaru.
Beliau dikenal sangat dekat dengan media dan ikut terlibat dalam program kerja Tahunan Kota Bertuah, Pekanbaru. Selama di Pekanbaru, beliau sebagai warga minoritas, tidak tanggung-tanggung telah menghabiskan pikiran dan idenya sudah berhasil membangun Mushola Al-Hakim yang megah sebagai perwujudan rasa cinta kepada anggota yang mayoritas beragama muslim. Tentu hal ini sangat langka terjadi sebagai warga Hindu masih meluangkan waktu pikiran, tenaga dan materi untuk membangun kemaslahatan warga umat muslim.
Mushola ini sekarang sering sebagai tempat kegiatan keagamaan baik warga internal Lanud maupun warga sekitar Pekanbaru yang kebetulan lewat untuk melaksanakan sholat.
Sosok sederhana dan bertalenta ini tentu sudah mengenyam asam garam penugasan dan operasi militer baik di dalam maupun luar negeri. Beliau adalah lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 2003, kecabangan Polisi Militer, yang pertama kali berdinas sebagai Komandan K-9 di Satpom Lanud Halim Perdana Kusuma, sebagai Lanud tersibuk di Indonesia apalagi masa-masa melewati protokoler yang crowded serta masa pemulihan Tsunami Aceh 2004 dimana Lanud Halim sebagai pintu gerbang lintas bansos serta para pejabat VIP/VVIP. Sebagai perwira muda dan lincah tentu Letda Gede memanfaatkan waktu yang ada untuk melaksanakan tugas Negara dengan sebaik-baiknya sekaligus belajar memimpin anggota. Saat itu, beliau dipercaya untuk ikut Kursus Perwira Lidkrim Cimahi–Puspomad, namun kursus di tempat Angkatan lain tidak mematahkan semangat Letda Gede untuk berprestasi, terbukti beliau bisa meraih peringkat ke-2 lulusan saat itu. Selanjutnya beliau dipindahkan ke tanah kelahiran Bali, tepatnya di Lanud I Gusti Ngurah Rai sebagai Kepala Pemeliharaan Ketertiban yang selama 3 tahun banyak peran dan sumbangsih beliau dalam mendukung Operasi Pam VIP/VVIP dimana Bali sebagai destinasi yang rutin digunakan oleh para Kepala Negara Internasional untuk melaksanakan konferensi.
Selama di Bali juga beliau terlibat dalam mendukung pengamanan tersangka Teroris Bali 1 dan 2. Saat di Bali, Lettu Gede dipercaya kembali untuk mengikuti Suspa Penyidik di Pusdikpomad dan tidak tanggung-tanggung beliau berhasil meraih siswa terbaik (peringkat pertama) lulusan saat itu mengalahkan 70 orang seluruh peserta gabungan Suspa Lidik (Pomad, Pomal, Pomau).
Selanjutnya tahun 2008, beliau ditugaskan sebagai Dansatpom Lanud Timika–Papua yang sekaligus tergabung dalam Satgas Pengamanan Daerah Rawan selama dua tahun (2008–2010). Setelah itu, tidak disangka-sangka beliau kembali ke Almapater AAU untuk melatih para siswa Taruna AAU, setahun di sana beliau diberikan kesempatan untuk seleksi sebagai Pasukan Perdamaian Dunia, yang akhirnya lolos dan tergabung dalam Satgas POM SEMPU XXV-D UNIFIL di Libanon selama 1 tahun. Selama di sana beliau dipercaya sebagai Pasi Intel dan merangkap sebagai Liaison Officer, sebagai perwira terdepan yang melaksanakan koordinasi dengan seluruh perwakilan counterparts Satgas Internasional di bawah naungan Sector East yang saat itu dijabat oleh Jenderal bintang satu dari Spanyol serta beliau pun beberapa kali menerima penghargaan apresiasi berkat kelancaran tugas dan mampu menjembatani program UNIFIL untuk dieksekusi oleh Satgaspom dari Indonesia.
Akhir 2012, Kapten Gede saat itu kembali ke Indonesia berdinas di Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (Puspomau) sebagai Kasiops, selanjutnya tahun 2013 beliau lolos seleksi Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (SEKKAU). Selama pendidikan dan begitu pun pada momen sekolah atau kursus sebelumnya, beliau dikenal serius dan tidak pernah mengabaikan waktu yang ada, sehingga alhasil beliau selesai pendidikan SEKKAU berhasil meraih peringkat ke-2 terbaik lulusan, sehingga setelah itu oleh Puspomau diberikan penghargaan untuk menempati jabatan Mayor sebagai Karuops Puspomau mendahului dari Angkatan Pom lainnya.
Kemudian seminggu berpangkat Mayor, beliau dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Kasi Protokol Ditbinkersinfo PMPP TNI, dimana instansi ini di bawah Mabes TNI sebagai pusat perencana, perekrutan calon Peacekeeper, pemenuhan logistik seluruh satgas di dunia di bawah misi PBB serta berperan penting dalam kerja sama internasional di bidang perdamaian dunia.
Saat di PMPP TNI, Mayor Gede Eka beberapa kali terlibat di dalam program TNI untuk memajukan kerja sama TNI dengan Angkatan Bersenjata Negara lain khususnya di bidang Peacekeeping Operations (PKO).
Tahun 2015 akhir beliau pernah mengikuti Seminar UNMUM di Pakistan, selanjutnya 2016 awal dipercaya sebagai peserta Melbourne Peace Operation Seminar di Melbourne dan Sydney-Australia. Akhir tahun yang sama beliau dipercaya sebagai peserta ASEAN Peacekeeping Center Network Conference di Manila-Filipina tergabung dengan Kemhan RI. Awal 2017, beliau dipercaya.
Sebagai salah satu verifikator yang bergabung dengan personel Mabes TNI yang dipimpin oleh Wadan PMPP TNI saat itu untuk melaksanakan verifikasi Satgas Batalyon Composite di Sudan Selatan–Afrika yang tergabung dalam misi UNMISS. Pertengahan 2017, Mayor Gede dipercaya sebagai salah satu instruktur dari PMPP TNI dalam event bergengsi yaitu Bilateral Staff Exercise antara Indonesia dengan Thailand di Chonburi, Thailand. Banyak sekali kiprah beliau selama di sana sebagai perancang latihan yang menggabungkan visi misi dua negara untuk diimplementasikan menjadi sebuah latihan terintegrasi dengan peserta yang terdiri dari perwira Indonesia dan Thailand yang khusus mempelajari sebagai UN Staff Officer Course (UNSOC).
Atas pencapaian tugas-tugas tersebut, Puspomau memberikan apresiasi berupa pemberian jabatan baru sebagai Dansatpom Lanud SWO Medan pada pertengahan 2017, selanjutnya menjabat selama hampir dua tahun per Juni 2019. Sukses mengemban tugas di Medan, Mayor Gede Eka berhasil lolos seleksi Pendidikan Seskou, dan diperintahkan untuk mengenyam Sesko Angkatan di Filipina yaitu General Command and Staff College di Quezon City–Filipina, sekaligus menyelesaikan kuliah Magister Manajemen Publik (Master in Public Management in Development and Security).
Hampir setahun Mayor Gede menyelesaikan pendidikan, beliau ditempatkan sebagai staf Puspomau yang membidangi penyidikan dengan job Letnan Kolonel, yang selanjutnya 1 April 2020 menyandang pangkat Letkol. Sukses dalam melaksanakan tugas selama di Puspomau dimana banyak perkara-perkara yang melibatkan personel perwira senior TNI AU, Letkol Gede akhirnya diberikan amanah jabatan promosi sebagai Dansatpom Lanud RSN Pekanbaru (Lanud tipe A). Pada saat inilah kiprah beliau sangat mengagumkan baik misi internal TNI AU maupun program kerja lintas satuan baik dengan TNI lain, Polri maupun Pemerintah Daerah.
Atas prestasi beliau yang mengagumkan, selanjutnya Letkol Gede Eka dipercaya sebagai Danskadatar Taruna II AAU di Yogyakarta, yang melaksanakan pembinaan kepada para calon Perwira Angkatan Udara yang tanggap, tangguh dan terintegritas. Setelah itu beliau berdinas di Puslaiklambangjaau serta per Desember 2025 beliau dipromosikan sebagai Kabid Protokol dan Kunjungan Puskersin TNI. Di jabatan beliau sekarang ini, tentunya banyak harapan yang diemban beliau bagi TNI, bangsa dan negara.
Harapan utamanya yaitu bagaimana institusi ini menjadi garis terdepan di bidang diplomasi militer atau pertahanan yang mampu meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap profesionalisme TNI, memperluas kerja sama militer dengan negara sahabat baik bilateral, regional maupun multilateral, serta memperkuat TNI dalam mewujudkan Indonesia dalam forum strategis.
