SUARA HATI PUBLIK

Selasa, 03 November 2026

CEGAH PEREDARAN BARANG TERLARANG, LPKA TENGGARONG GELAR RAZIA KAMAR HUNIAN ANAK BINAAN


Suara Hati Publik My.Id| Tenggarong 

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tenggarong melaksanakan razia atau penggeledahan kamar hunian Anak Binaan pada Selasa (3/11/2026), pukul 13.30 WITA hingga selesai. Kegiatan yang bertempat di Kamar Akasia ini merupakan langkah deteksi dini dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah masuknya barang-barang terlarang ke lingkungan hunian.


Razia dipimpin oleh Kepala Seksi Pengawasan dan Penegakan Disiplin (Kasi Wasgakin) bersama jajaran staf dan Regu Pengamanan. Sebelum penggeledahan dilaksanakan, petugas terlebih dahulu memberikan pengarahan serta melakukan pemeriksaan badan terhadap Anak Binaan guna memastikan tidak terdapat barang terlarang yang dibawa.


Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap tempat tidur, lemari, kamar mandi, hingga sudut-sudut kamar hunian. Pemeriksaan difokuskan untuk mendeteksi keberadaan barang terlarang, seperti telepon genggam, narkoba, senjata tajam, maupun benda lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Berdasarkan hasil penggeledahan, tidak ditemukan barang terlarang atau nihil.


Setelah kegiatan selesai, petugas kembali memberikan pengarahan kepada Anak Binaan agar senantiasa menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban kamar hunian serta mematuhi seluruh tata tertib yang berlaku. Melalui kegiatan ini, LPKA Kelas II Tenggarong berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, tertib, dan kondusif.


#Kemenimipas #guardandguide #ditjenpas #pemasyarakatan #LPKATenggarong

SPBU 14.287.615 yang kebal hukum di Kandis kabupaten Siak diduga di bekingi Polsek kandis dan memfasilitasi mafia BBM subsidi menguras BBM subsidi hak masyarakat. Dugaan Kapolsek dan Kanitres Kandis sudah mendapat upeti agar aktifitas SPBU dan mafia berjalan dengan aman.




suarahatipublik.my.id__BENGKALIS RIAU.


Dugaan praktik penyalahgunaan minyak subsidi kembali mencuat di Kandis kabupaten Siak Riau.

Sebuah SPBU yang ber nomor 14.287.615 diduga kuat bekerja sama dengan mafia pelansir BBM subsidi untuk meraup keuntungan besar dari hak masyarakat kecil.


Berdasarkan informasi dan dokumentasi yang beredar, aktivitas mencurigakan kendaraan yang keluar masuk SPBU pada jam tertentu menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.



sedangkan sektor aparat penegak hukum tidak jauh dari SPBU tersebut,Dugaan praktik pengisian menggunakan kendaraan jenis koldisel hingga permainan distribusi BBM subsidi disebut sudah berlangsung cukup lama dan terkesan dibiarkan.


Masyarakat menilai lemahnya pengawasan membuat para pelaku semakin berani. Bahkan muncul dugaan adanya pembiaran oleh oknum tertentu sehingga mafia minyak subsidi bebas beroperasi tanpa rasa takut.


Padahal, BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat kecil, nelayan, petani, dan warga yang benar-benar membutuhkan. Namun ironisnya, di lapangan justru diduga dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan bisnis ilegal.


Jika benar ada kerja sama antara oknum SPBU nomor 14.287.615 dengan mafia pelansir, maka ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap hak rakyat.


Aparat Penegak Hukum (APH) diminta tidak tutup mata dan segera turun melakukan penyelidikan menyeluruh. Mulai dari pemeriksaan CCTV, data penjualan BBM, kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang, hingga dugaan keterlibatan oknum internal SPBU harus dibongkar secara transparan.


Masyarakat juga mempertanyakan mengapa praktik seperti ini seolah sulit disentuh hukum, padahal kejadian serupa sudah berulang kali menjadi sorotan di berbagai daerah riau


“Kalau memang tidak ada permainan, kenapa aktivitas pelansir masih terus bebas terjadi? APH jangan hanya diam melihat hak masyarakat dirampas mafia BBM,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.


Praktik mafia BBM subsidi bukan hanya merugikan negara, tetapi juga membuat masyarakat kecil kesulitan mendapatkan bahan bakar. Antrean panjang dan kelangkaan BBM diduga menjadi dampak nyata dari ulah para pelansir.


Masyarakat berharap aparat bertindak tegas tanpa pandang bulu. Jika ditemukan adanya keterlibatan oknum SPBU maupun pihak lain, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku agar menjadi efek jera dan tidak terus merugikan rakyat kecil

Senin, 02 November 2026

Pantau Pertumbuhan Jagung, Bhabinkamtibmas Polsek Ujung Batu Dorong Perawatan dan Penanganan Hama

 




suarahatipublik.my.id_ROKAN HULU – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Ujung Batu Timur, Polsek Ujung Batu, Polres Rokan Hulu, Aipda Praja Dillah, turun langsung memantau perkembangan tanaman jagung di lahan pertanian program ketahanan pangan, Selasa (3/11/2026).


Pengecekan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut berlangsung di RT 13 RW 02, Dusun Pematang Putih, Desa Ujung Batu Timur, Kecamatan Ujung Batu. Kegiatan itu turut didampingi Ketua RW 02, Yadi Icu.


Lahan seluas kurang lebih satu hektare tersebut ditanami jagung pipil sejak 22 September 2026. Saat dilakukan pemantauan, tanaman telah berusia sekitar 42 hari dengan tinggi rata-rata mencapai 90 sentimeter.


Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, pertumbuhan tanaman jagung belum sepenuhnya merata. Selain ditemukan sejumlah tanaman yang kurang terawat, beberapa bagian daun juga mengalami kerusakan akibat serangan hama ulat.


Menyikapi kondisi tersebut, Aipda Praja Dillah bersama pengelola lahan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi tanaman. Ia juga mendorong agar dilakukan penyisipan atau penanaman kembali pada bagian lahan yang tanamannya tidak tumbuh maupun mengalami kerusakan.


Selain itu, pengelola diingatkan untuk meningkatkan perhatian terhadap perawatan tanaman serta melakukan langkah penanganan hama secara tepat agar pertumbuhan jagung dapat berlangsung lebih optimal.


Kegiatan ini menjadi bagian dari peran aktif Polri melalui Bhabinkamtibmas dalam mendampingi masyarakat, khususnya petani, guna mendukung keberhasilan program ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.


Melalui pemantauan secara berkala, berbagai kendala yang dihadapi petani diharapkan dapat terdeteksi lebih dini sehingga penanganannya bisa dilakukan secara bersama-sama.


Dengan perawatan yang lebih maksimal dan penanganan hama yang tepat, tanaman jagung di lahan tersebut diharapkan dapat tumbuh dengan baik serta memberikan hasil panen yang optimal.


Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.


Redaksi

MAUNG: Oknum Anggota DPRD Ketapang Diduga Salahgunakan Jabatan? Dewan Kehormatan Juga Harus Bergerak!


 

suarahatipublik.my.id_


PONTIANAK, KALBAR —3 NOVEMBER 2026  -Dunia hukum dan politik di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, diguncang oleh beredarnya sebuah rekaman suara yang diduga melibatkan seorang anggota DPRD Ketapang berinisial M. Dalam rekaman tersebut, oknum tersebut diduga meminta uang sebesar Rp300 juta kepada seorang warga yang sedang menghadapi masalah hukum, dengan menjanjikan kemudahan penyelesaian perkara atas nama petinggi TNI dan Polri.

 

Menyikapi informasi yang menghebohkan ini, DPP LSM MAUNG melalui pernyataan resmi Pembina MAUNG, Syarif Achmad, menyampaikan sorotan tegas sekaligus penjelasan hukum terkait peristiwa tersebut.

 

URAIAN PERISTIWA:

 

Berdasarkan informasi yang beredar:

 

- Rekaman suara beredar: Oknum anggota DPRD berinisial M diduga meminta Rp300 juta kepada warga SD yang sedang bermasalah hukum

- Mencatut nama petinggi TNI-Polri: Untuk meyakinkan korban, M mengaku memiliki jaringan kuat dan mengatasnamakan pejabat tinggi TNI dan Polri untuk meluruskan perkara

- Uang ditransfer: Korban mentransfer total Rp300 juta dalam delapan kali pembayaran ke dua rekening atas nama IS dan HR — salah satunya dikonfirmasi sebagai mantan sopir pribadi M

-  Janji tidak ditepati: Setelah uang diterima, perkara tidak kunjung selesai. Korban mengajukan somasi agar uang dikembalikan

-  Klarifikasi M: Mengakui kenal SD dan adanya transaksi, namun membantah menerima uang secara pribadi. M mengklaim dana tersebut murni biaya jasa hukum pengacara penangan perkara

 

 DASAR HUKUM YANG TERKAIT:

 

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

 

Pasal 368 KUHP — Pemerasan:

Barang siapa dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa seseorang untuk menyerahkan sesuatu yang berupa barang atau hak, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

 

Pasal 378 KUHP — Penipuan:

Barang siapa dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu, dengan tipu muslihat atau rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu barang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

 

Pasal 207 KUHP — Menyalahgunakan Nama Jabatan/Kekuasaan:

Barang siapa dengan tidak berhak memakai nama jabatan atau pangkat tertentu, atau memakai tanda-tanda jabatan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun. Jika perbuatannya dilakukan untuk keuntungan diri sendiri atau orang lain, ancaman dapat diperberat sesuai pasal terkait.

 

Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Perubahan UU No. 31 Tahun 1999)

 

Pasal 5 ayat (1) huruf a:

Setiap orang yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang dipercayakan kepadanya karena jabatan atau kedudukan, dapat dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

 

Pasal 12 huruf e:

Setiap orang yang memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud mempengaruhi pelaksanaan kewajibannya, dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp250 juta. Sebaliknya, yang menerima juga dipidana dengan pidana yang sama.

 

Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Baru — mulai berlaku efektif secara bertahap)

 

Pasal 440 KUHP Baru — Penipuan:

Memperoleh keuntungan secara tidak sah dengan cara membohongi orang lain, dipidana penjara paling lama 5 tahun. Jika dilakukan oleh penyelenggara negara atau pegawai negeri, pidana dapat diperberat sepertiga.

 

Pasal 449 KUHP Baru — Pemerasan:

Memaksa orang lain menyerahkan harta benda dengan ancaman, dipidana penjara paling lama 6 tahun. Jika dilakukan oleh pejabat publik, pidana diperberat.

 

Undang-Undang No. 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, DPR, DPD, dan DPRD

 

Pasal 146 ayat (1):

Anggota DPRD dilarang menyalahgunakan wewenang, jabatannya, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatannya untuk keuntungan pribadi, keluarga, atau orang lain. Pelanggaran dapat dikenakan sanksi etis maupun pidana sesuai ketentuan berlaku.

 

Pencaloan Perkara — Aspek Hukum:

 

Pencaloan perkara atau praktik perantara pengurusan perkara dengan menjanjikan hasil tertentu di luar proses hukum yang sah tidak diatur dalam satu pasal tunggal, namun dapat dijerat dengan kombinasi:

 

- Pasal 378 KUHP (Penipuan): Jika janji penyelesaian perkara tidak benar dan dana tidak dikembalikan

- Pasal 368 KUHP (Pemerasan): Jika ada unsur tekanan atau ancaman

- Pasal 5 UU Tipikor: Jika dilakukan oleh pejabat publik/penyelenggara negara dengan menyalahgunakan kewenangan

- Pasal 207 KUHP: Jika mencatut nama pejabat/petinggi negara untuk meyakinkan korban

 

 PERNYATAAN SYARIF ACHMAD, PEMBINA LSM MAUNG:

 

"Rekaman suara yang beredar ini sangat memprihatinkan. Seorang wakil rakyat yang justru seharusnya menegakkan hukum dan keadilan, diduga malah menjual janji penyelesaian perkara dengan mencatut nama petinggi TNI dan Polri demi keuntungan pribadi. Jika terbukti, ini adalah pelanggaran berat — bukan hanya pidana biasa, tetapi juga penyalahgunaan jabatan dan kepercayaan rakyat," tegas Syarif Achmad. Selasa (03/11/26). 

 

Beliau menyoroti beberapa hal mendasar:

 

"Pertama — Mencatut nama pejabat tinggi TNI dan Polri untuk meyakinkan korban adalah tindakan yang sangat serius. Ini merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Pasal 207 KUHP jelas melarang hal ini. Kedua — Jika uang Rp300 juta diterima dengan janji menyelesaikan perkara secara istimewa namun tidak ditepati, ini sangat kuat mengarah ke dugaan penipuan maupun pemerasan sesuai Pasal 378 dan 368 KUHP. Ketiga — Sebagai anggota DPRD, ia adalah penyelenggara negara. Jika terbukti menyalahgunakan kedudukannya, maka ketentuan UU Tipikor juga bisa menjeratnya sesuai Pasal 5 ayat (1) huruf a," paparnya.

 

DESAKAN TEGAS DPP LSM MAUNG:

 

Pertama — Polisi Segera Selidiki Secara Menyeluruh: Rekaman suara, bukti transfer ke rekening IS dan HR, serta keterangan korban harus diteliti secara objektif. Jangan anggap remeh kasus ini karena melibatkan oknum wakil rakyat. Semakin demikian, proses hukum harus berjalan lebih transparan dan tegas.

 

Kedua — Periksa Aliran Dana: Telusuri ke mana uang Rp300 juta itu mengalir. Jika diklaim sebagai biaya jasa hukum, buktikan dengan dokumen sah — perjanjian kuasa hukum, kuitansi resmi, dan laporan penggunaan dana. Jika tidak dapat dibuktikan, maka dalih itu hanyalah kedok penipuan.

 

Ketiga — Luruskan Nama Institusi TNI dan Polri: Petinggi yang namanya dicatut berhak mengetahui kebenaran. Apakah benar ada keterlibatan atau sekadar dimanfaatkan? Jika tidak ada, maka oknum tersebut juga telah mencemarkan nama baik institusi negara. Perlu klarifikasi resmi agar publik tidak menduga-duga.

 

Keempat — Tegakkan Asas Praduga Tak Bersalah: Selama belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, semua pihak tetap dianggap tidak bersalah. Namun dugaan yang kuat ini tidak boleh dibiarkan tanpa penjelasan hukum yang memadai. Klarifikasi saja belum cukup jika bukti transaksi dan rekaman sudah ada.

 

Kelima — Dewan Kehormatan DPRD Juga Harus Bergerak: Anggota dewan yang terjerat dugaan seperti ini juga harus diperiksa oleh badan kehormatan dewan. Jika terbukti melanggar sumpah jabatan, proses pemberhentian juga harus dipertimbangkan demi menjaga martabat lembaga wakil rakyat.

 

"Rakyat memilih wakil rakyat untuk memperjuangkan keadilan, bukan memperjualbelikan keadilan. Rp300 juta untuk menjanjikan kelulusan perkara — di mana letak keadilannya? Di mana letak kemandirian hukumnya? Jika hukum bisa dibeli dengan uang, maka yang miskin tidak pernah berhak benar. Itulah yang sedang kita perjuangkan — agar keadilan tidak dijual, dan hukum berlaku untuk semua orang tanpa pandang bulu," pungkas Syarif Achmad.

 

Kasus ini menjadi bukti bahwa pengawasan harus terus berjalan, dari bawah ke atas, tanpa kenal lelah. Keadilan adalah hak semua warga negara, bukan komoditas yang bisa diperjualbelikan. Mencatut nama institusi negara untuk meyakinkan korban adalah tindakan yang merusak sendi-sendi demokrasi. Semoga kasus ini segera terungkap secara transparan, hukum berbicara dengan tegas, dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga wakil rakyat serta penegak hukum dapat dipulihkan.

 

Lembaga MAUNG hadir dengan visi dan misi yang jelas: Memantau kinerja aparatur demi kepentingan negara, serta menjadi mata dan telinga seluruh golongan masyarakat yang suaranya belum didengar. Di mana pun terjadi penyimpangan, di mana pun keadilan diperjualbelikan, dan di mana pun warga merasa takut untuk berbicara — di sanalah MAUNG hadir menyuarakan kebenaran. Kami bukan pihak yang memihak pada siapa pun

 

Publisher : TIM/RED

Penulis : TIM MAUNG

Ket Foto : Ilustrasi (Ist)

SPBU 14-293-640 diduga adanya aktivitas penyelewengan minyak bbm subsidi dari pihak SPBU ke Mafia minyak. Di duga adanya pembiaran dari Kapolres Kuantan singigi dan di duga adanya setoran ke Kapolres dan kasat lantas polres kuantan Singingi.


Suara Hati Publik My.Id| Kuantan Singingi

Vulgar nya kerja sama  SPBU dengan mafia pelangsir hingga Kapolres tutup mata. Bagaimana ini pak Kapolres akibat padat nya antrian dan keluar masuk nya mobil yang mengancam keselamatan masyarakat yang mengendarai di sekitaran lokasi spbu, apakah menunggu korban baru di tindak atau sudah dapat upeti dari Pihak spbu sehingga Kanit tipiter dan Kapolres bungkam!!!.


Aktivitas pengisian BBM di sebuah SPBU 14-293-640 kini menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya praktik pelayanan terhadap kendaraan pelangsir yang mengakibatkan antrean panjang hingga memakan sebagian badan jalan.


Kondisi tersebut bukan lagi sekadar persoalan antrean pengisian BBM. Dampaknya mulai dirasakan masyarakat dan pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan tersebut. Antrean kendaraan yang mengular hingga ke jalur lalu lintas dinilai mengganggu kelancaran arus kendaraan, bahkan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.


Yang lebih mengkhawatirkan, kepadatan antrean diduga menciptakan titik rawan kecelakaan. Kendaraan yang hendak keluar dari area SPBU harus menghadapi pandangan yang terhalang oleh panjangnya antrean kendaraan. Akibatnya, pengendara dari arah depan maupun kendaraan yang melintas di jalan utama berpotensi tidak saling melihat dengan jelas.


Situasi seperti ini sangat berbahaya. Ketika antrean sudah mengambil badan jalan dan jarak pandang kendaraan yang keluar-masuk SPBU terganggu, keselamatan masyarakat seolah dipertaruhkan demi aktivitas pengisian BBM yang perlu dipertanyakan.


Lantas, apakah pengelola SPBU tidak melihat kondisi tersebut?


Jika benar terdapat praktik pelayanan terhadap kendaraan pelangsir yang menyebabkan antrean tidak terkendali, siapa yang bertanggung jawab atas gangguan lalu lintas dan potensi bahaya yang ditimbulkan?


Pengelola SPBU seharusnya tidak hanya berorientasi pada aktivitas penjualan, tetapi juga wajib memperhatikan ketertiban antrean, keselamatan konsumen, serta dampak operasional terhadap pengguna jalan lainnya.


Aparat kepolisian dan instansi terkait juga patut diminta turun tangan untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan apakah aktivitas tersebut telah berjalan sesuai ketentuan.


Jangan sampai menunggu jatuhnya korban kecelakaan baru dilakukan tindakan!


Masyarakat membutuhkan kepastian, bukan pembiaran. Jika ditemukan pelanggaran, harus ada penindakan tegas dan transparan.


Kini publik menunggu keberanian pihak terkait untuk menjawab satu pertanyaan besar:


APAKAH SPBU INI MASIH MENGUTAMAKAN PELAYANAN MASYARAKAT, ATAU JUSTRU MEMBIARKAN ANTREAN YANG DIDUGA DIMANFAATKAN MAFIA PELANGSIR HINGGA MEMBAHAYAKAN PENGGUNA JALAN?

Taktik permainan kotor antara bos gudang ilegal BBM dan Polsek Kandis Petapahan KM 2: Gudang Tertutup di Kandis Jadi Sorotan


Suara Hati Publik My.Id| KANDIS, SIAK 

Praktik ilegal yang diduga merugikan negara berupa aktivitas penimbunan dan pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar dan pertalite  di wilayah hukum Kabupaten Siak, kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas yang populer dengan istilah "kencing minyak" tersebut terpantau beroperasi di kawasan Lintas Petapahan KM 2, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau.


Hasil penelusuran Tim Investigasi Lapangan pada Sabtu (17/10/2026) mengungkap adanya aktivitas mencurigakan di sebuah kawasan tertutup. Dari dokumentasi visual yang berhasil dihimpun, praktik tersebut diduga melibatkan armada truk tangki berwarna Merah Putih yang menyuplai solar ke dalam sebuah gudang besar. Bahan bakar tersebut diduga kuat tidak didistribusikan sesuai peruntukan, melainkan dialihkan ke sektor industri atau diperjualbelikan secara ilegal demi keuntungan pribadi.


Informasi dari lapangan menyebutkan, operasional gudang yang dikelilingi pagar seng hitam dan tertutup rapat tersebut diduga dikelola oleh seorang oknum berinisial RS.


Mencuatnya temuan ini menjadi momentum krusial di tengah penyegaran kepemimpinan di tubuh Kepolisian Sektor (Polsek) Kandis. Otoritas wilayah hukum Kecamatan Kandis saat ini diemban oleh Kapolsek baru, Kompol Bagus Nagara Baranacita, S.I.K., M.H., sejak serah terima jabatan pada September 2026 lalu.


Publik kini menaruh harapan besar pada pembuktian komitmen serta ketegasan penegakan hukum di bawah nakhoda baru tersebut. Kasus ini sekaligus menjadi ujian nyata bagi jajaran Polsek Kandis, serta tantangan besar dalam memberantas praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi bagi Kapolres Siak dan Kapolda Riau yang baru, Irjen Pol Arman Achdiat, S.I.K.


Secara regulasi, tindakan penyalahgunaan dan penimbunan BBM bersubsidi merupakan pelanggaran berat yang diatur dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Regulasi tersebut memuat ancaman sanksi pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun serta denda maksimal Rp 60 Miliar.


Hingga berita ini diturunkan pada Senin (19/10/2026), Tim Redaksi terus berupaya melakukan verifikasi lanjutan dan pengumpulan data tambahan di lapangan. Kami juga membuka ruang konfirmasi seluas-luasnya kepada pihak pengelola berinisial RS maupun aparat penegak hukum setempat untuk memberikan Hak Jawab dan Hak Koreksi, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. 


Redaksi.

Ketua RAJAWALI Sekadau: Dugaan Risywah Muktamar NU Terus Bergulir, KPK Jangan Diam Saja!



 


suarahatipublik.my.id_SEKADAU, KALBAR 2 NOVEMBER 2026 — Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI) Kabupaten Sekadau mencermati dengan seksama informasi yang mencuat terkait dugaan risywah dalam penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU). Kabar semakin menguat belakangan ini, di mana PCNU Sekadau dikabarkan menambah bukti baru yang diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tak hanya itu, muncul pula informasi bahwa dua menteri kabinet ikut disorot dalam perkara yang menimbulkan kegelisahan luas di tengah masyarakat ini.

 

Melalui pernyataan resmi Ketua DPD RAJAWALI Sekadau, Heri menyampaikan apresiasi sekaligus desakan tegas agar penanganan perkara ini berjalan adil, transparan, dan tuntas sampai ke pihak yang bertanggung jawab.

 

INFORMASI YANG BERKEMBANG:

 

Berdasarkan informasi yang diterima masyarakat:

 

- PCNU Sekadau menambah bukti yang diserahkan ke KPK terkait dugaan risywah dalam penyelenggaraan Muktamar NU

- Dua Menteri ikut disorot dalam kasus yang menimbulkan kegelisahan luas di kalangan masyarakat maupun tokoh agama

- Perkara ini menjadi perhatian publik karena menyangkut proses demokrasi internal organisasi keagamaan yang besar dan terhormat di tengah masyarakat

 

PERNYATAAN KETUA DPD RAJAWALI SEKADAU :

 

"Langkah berani yang dilakukan PCNU Sekadau dengan menambah bukti dan menyerahkannya ke KPK patut kita apresiasi. Itu menunjukkan adanya keinginan kuat untuk menegakkan kebenaran, bahkan dari lingkungan internal organisasi sendiri," tegas Heri. Senin (02/11/26). 

 

Beliau juga menegaskan bahwa risywah di mana pun tetaplah kejahatan yang harus diproses sesuai hukum yang berlaku:

 

"Risywah atau suap tidak mengenal tempat. Di mana pun terjadi — baik di lembaga negara maupun di organisasi keagamaan — itu tetap perbuatan yang melanggar hukum dan merugikan kepercayaan rakyat. Jika benar ada praktik jual beli pengaruh, maka tidak boleh ada yang dilindungi, tidak boleh ada yang dikecualikan, tidak peduli siapa jabatannya atau kedudukannya," ujarnya.

 

DESAKAN TEGAS DPD RAJAWALI SEKADAU:

 

Pertama — KPK Harus Memproses Bukti dengan Serius: Bukti yang telah diserahkan dan ditambah oleh PCNU Sekadau harus ditindaklanjuti secara profesional, objektif, dan tuntas. Jangan sampai bukti itu hanya tersimpan di meja tanpa ada tindakan nyata. Masyarakat berhak mengetahui hasil penelusurannya secara terbuka.

 

Kedua — Sampaikan Informasi Secara Terbuka dan Berkala: Publik berhak mengetahui sejauh mana perkembangan penanganan perkara ini. Informasi harus disampaikan secara transparan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan agar tidak menimbulkan spekulasi yang merugikan semua pihak.

 

Ketiga — Siapa Pun Terlibat, Harus Diperiksa Secara Adil: Jika dua menteri disorot dan ada hal yang perlu dikonfirmasi, maka harus dipanggil dan diperiksa. Jabatan tinggi bukanlah payung untuk terlepas dari pemeriksaan hukum. Semua warga negara sama kedudukannya di hadapan hukum.

 

Keempat — Tegakkan Prinsip Praduga Tak Bersalah: Sambil menuntut ketegasan penegakan hukum, kita juga harus tetap menjaga asas praduga tak bersalah. Sampaikan fakta berdasarkan bukti yang kuat, jangan terbawa opini yang belum teruji. Kebenaran akan terungkap dengan sendirinya jika proses berjalan benar dan adil.

 

Kelima — Jaga Kepercayaan Masyarakat: Organisasi keagamaan adalah benteng moral masyarakat. Jika ada oknum yang menyalahgunakannya untuk keuntungan pribadi, maka yang dirusak bukan hanya nama baik organisasi, melainkan kepercayaan masyarakat terhadap nilai-nilai keagamaan. Oleh karena itu, pemulihan kepercayaan harus menjadi perhatian utama.

 

"Kebenaran tidak boleh dikalahkan oleh kekuasaan. Jika ada yang terbukti bersalah, hukum harus berbicara. Jika tidak terbukti bersalah, nama baik harus dipulihkan. Itulah keadilan yang sesungguhnya. DPD RAJAWALI Sekadau akan terus mengawal proses ini sampai ada kejelasan yang memuaskan bagi masyarakat luas," pungkas Heri.

  

DPD RAJAWALI Sekadau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal perkara ini dengan bijaksana. Proses hukum yang transparan dan adil adalah jalan terbaik untuk mengembalikan kepercayaan publik. Semoga kebenaran menang pada akhirnya.

 

Publisher : TIM/RED

Penulis : TIM RAJAWALI

Ket Foto :  Ilustrasi (Ist))