Ketua gerakan Aktivis Muda Rohil Kritik Narasi Larshen Yunus : Jangan Seret Urusan Privat ke Panggung Politik
Suara hati publik My.Id| Pekanbaru, 3 April 2026
Ketua Gerakan Aktivis Muda Rokan Hilir, Zulfan Asnan Dahlan, angkat bicara merespons polemik pemberitaan terkait rencana prosesi akad nikah Bupati Rohil, H. Bistamam. Ia menilai, polemik yang berkembang telah bergeser dari kritik konstruktif menjadi narasi yang cenderung menyerang ranah pribadi.
Zulfan menegaskan bahwa semua pihak, termasuk organisasi kepemudaan, seharusnya menjaga profesionalitas dalam menyampaikan kritik di ruang publik.
“Pernikahan adalah wilayah domestik dan ibadah yang sakral. Tidak elok jika momen privat ini ditarik ke ranah politik apalagi dijadikan alat pembunuhan karakter,” ujarnya.
Ia secara khusus menyinggung pernyataan Larshen Yunus, yang dinilai terlalu jauh masuk ke wilayah personal dan tidak lagi proporsional sebagai kritik kebijakan publik.
Menurut Zulfan, kritik terhadap pemerintah daerah memang penting, namun harus ditempatkan pada konteks yang tepat, bukan dengan mencampuradukkan urusan pribadi dengan kinerja jabatan.
“Kalau ingin mengkritik, fokuslah pada kebijakan, program, dan realisasi pembangunan. Jangan sampai kritik kehilangan kualitas karena dibungkus dengan narasi yang menyerang kehormatan pribadi,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan acara di Hotel Pangeran Pekanbaru, Zulfan menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari tradisi keluarga yang telah berlangsung lama dan tidak memiliki kaitan dengan penggunaan anggaran daerah.
Ia menilai, upaya menghubungkan kegiatan tersebut dengan kondisi infrastruktur di Rokan Hilir merupakan bentuk kekeliruan logika yang berpotensi menyesatkan opini publik.
“Mengaitkan hajatan pribadi dengan persoalan infrastruktur adalah logical fallacy. Anggaran daerah memiliki mekanisme yang jelas dan terpisah dari urusan keluarga pejabat,” jelasnya.
Lebih jauh, Ketua gerakan aktivis muda rohil juga mengingatkan peran media dan aktivis digital agar tidak terjebak dalam framing yang berlebihan.
“Jangan sampai demi viralitas, substansi dikorbankan. Media dan aktivis harus menjaga etika serta akurasi informasi,” tambahnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tetap menjaga kondusivitas daerah serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah.
“Rokan Hilir butuh stabilitas, bukan kegaduhan. Mari kita jaga marwah daerah dengan tetap menjunjung adat, etika, dan akal sehat dalam menyikapi setiap isu,” pungkas nya
Editor Redaksi






