Suara Hati Publik My.Id| Inhu, 20 Januari 2026
Sebuah insiden mengecewakan terjadi ketika tim pimpinan umum media online berkunjung ke Kapolres Inhu, AKBP EKA ARIANDY SIREGAR, untuk bersilaturahmi usai acara serah terima jabatan dengan Kapolres sebelumnya. Tim jurnalis merasa diperlakukan tidak adil saat mereka tidak diizinkan masuk ke ruang tunggu (lobi) oleh ajudan Kapolres.
Beberapa jurnalis mengungkapkan kekecewaan mereka ketika pengawalan ketat membuat mereka merasa seolah diperlakukan sebagai ancaman, bukan sebagai rekan kerja dalam membangun komunikasi yang baik dengan pihak kepolisian. "Kami hanya ingin melaksanakan tugas jurnalistik kami, tetapi malah diusir dengan cara yang tidak pantas," ujar salah satu jurnalis yang enggan disebutkan namanya.
Keadaan semakin tegang ketika mereka merasa diawasi bahkan saat ingin menggunakan fasilitas toilet, yang menambah kekecewaan tim jurnalis terhadap sikap yang diambil oleh pihak kepolisian. Mereka mempertanyakan apakah ini merupakan arahan dari Kapolres untuk memperlakukan jurnalis seperti itu.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang hubungan antara media dan kepolisian serta perlunya komunikasi yang lebih baik antara kedua belah pihak. Jangan sampai kejadian ini awak media lain nya menilai bahwa di bawah kepemimpinan Kapolda Brigjend Herry Heryawan anggota nya anti atau elergi dengan kehadiran wartawan atau awak media.
Awak media berharap Kapolda Riau memberikan teguran terhadap Kapolres Inhu Yang Baru saja di Lantik, sehingga tidak semakin memperburuk hubungan antara awak media dan kepolisian, terutama Polda Riau.
Pihak Kapolres diharapkan dapat memberikan klarifikasi mengenai situasi ini, agar tidak ada kesalahpahaman yang semakin memperburuk citra institusi kepolisian di mata masyarakat.
