Diduga Kuat Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Mobil Pelansir Bebas Beraksi di SPBU Minas Barat,ada apa dengan Kapolsek minas..? - SUARA HATI PUBLIK

Senin, 19 Januari 2026

Diduga Kuat Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Mobil Pelansir Bebas Beraksi di SPBU Minas Barat,ada apa dengan Kapolsek minas..?


Suara Hati Publik My.Id| Siak, Riau 

Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali mencuat di wilayah Kabupaten Siak. Setiap hari mobil jenis truk ringan warna kuning diduga kuat digunakan sebagai mobil pelansir BBM bersubsidi, terekam leluasa mengisi BBM dalam jumlah besar di salah satu SPBU di Minas Barat, Kecamatan Minas, Sabtu (17/01/2026) sekitar pukul 16.58 WIB.


Berdasarkan dokumentasi yang diperoleh, kendaraan tersebut terlihat jelas melakukan pengisian BBM dengan modus yang kuat mengarah pada praktik pelansiran. Ciri-ciri kendaraan yang dimodifikasi, aktivitas pengisian yang tidak wajar, serta dugaan penggunaan wadah tambahan menjadi indikasi kuat adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil.


Ironisnya ketika awak media bertanya kepada pihak operator SPBU tersebut operator tersebut menantang sudah setoran ke Polsek silahkan vudeokan saja,praktik ini seolah berlangsung tanpa hambatan, menimbulkan pertanyaan serius terkait pengawasan pihak SPBU dan KAPOLSEK MINAS. Publik pun mempertanyakan, bagaimana mungkin aktivitas yang diduga melanggar hukum ini bisa terjadi secara terang-terangan di siang hari.


Padahal, penyalahgunaan BBM bersubsidi jelas melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dalam UU Cipta Kerja, dengan ancaman pidana berat bagi pelaku, termasuk pihak yang turut membantu atau membiarkan.


Masyarakat menilai praktik pelansiran BBM ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan kejahatan ekonomi yang merampas hak rakyat. Akibat ulah segelintir oknum, warga kecil kerap kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi, sementara para pelansir diduga meraup keuntungan besar.


Kasus ini mendesak Pertamina, aparat penegak hukum, serta pemerintah daerah untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh. Tidak hanya menindak pelansir, tetapi juga mengusut dugaan keterlibatan oknum SPBU yang diduga membiarkan atau bahkan memfasilitasi praktik ilegal tersebut.


Jika pembiaran terus terjadi, publik patut curiga:


apakah ada permainan di balik distribusi BBM bersubsidi ini?


Penegakan hukum yang tegas dan transparan menjadi kunci agar BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran, bukan menjadi ladang bisnis gelap yang merugikan negara dan masyarakat luas.


Editor : Redaksi

Comments


EmoticonEmoticon