SUARA HATI PUBLIK

Rabu, 04 Februari 2026

Teguhkan Komitmen di Tingkat Wilayah, Kalapas Kelas I Bandar Lampung Hadiri Penandatanganan Pakta Integritas Bersama Kanwil Ditjenpas Lampung


Suara Hati Publik My.Id| Bandar Lampung 

Gelombang semangat reformasi birokrasi hadir di Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Bandar Lampung pada Kamis (5/2). Tempat ini menjadi saksi berkumpulnya para pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Provinsi Lampung, termasuk Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati.


Kehadiran para pimpinan UPT ini dalam rangka mengikuti kegiatan strategis Penandatanganan Komitmen Bersama dan Pakta Integritas Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM Tahun 2026 di tingkat wilayah.


Dalam forum yang penuh kekeluargaan namun sarat makna ini, Kalapas Kelas I Bandar Lampung berbaur dengan seluruh Kepala UPT lainnya. Mereka secara serentak membubuhkan tanda tangan komitmen, disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan tinggi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung.


Kalapas Ike Rahmawati menegaskan bahwa momen ini adalah bukti bahwa perjuangan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dilakukan dengan satu irama dan satu komando.


"Hari ini di Aula Rutan, kita semua berdiri sama tinggi. Komitmen yang kita tandatangani bersama seluruh Kepala UPT se-Lampung ini adalah janji kolektif. Lapas Kelas I Bandar Lampung siap mengambil peran aktif dan bersinergi untuk mewujudkan pemasyarakatan Lampung yang semakin bermanfaat untuk masyarakat," ujar Kalapas usai acara.


Dengan semangat kebersamaan yang terjalin di Rutan Kelas I Bandar Lampung ini, seluruh jajaran Pemasyarakatan di Lampung optimis mampu menjawab tantangan pelayanan publik di tahun 2026 dengan integritas paripurna.


@pemasyarakatanlampung

@ikerahmawatiofficial

@kemenimipas

#lapaskelas1bandarlampung #pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat #Kemenimipas #ZonaIntegritas #SinergiWilayah #RutanBandarLampung #PaktaIntegritas #BandarLampung

Lapas Bagansiapiapi Perkuat Pembinaan Lewat Program Pengentasan Buta Aksara


Suara Hati Publik My.Id| Bagansiapiapi 

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi secara rutin melaksanakan kegiatan pembinaan bagi warga binaan dengan tajuk “Pengentasan Buta Aksara” melalui program belajar membaca.


Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi warga binaan, khususnya bagi mereka yang belum mampu membaca. Program tersebut bertujuan agar warga binaan yang sebelumnya mengalami keterbatasan pendidikan dapat memperoleh keterampilan dasar membaca sebagai bekal positif untuk masa depan.


Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program ini merupakan langkah nyata dalam membangun kualitas sumber daya manusia di dalam lapas yang dapat dicontoh dari apa yang dilakukan oleh Ki Hajar Dewantara dulunya.


“Pembinaan seperti ini sangat penting, karena membaca merupakan kemampuan dasar yang dapat membuka banyak peluang untuk warga binaan agar menjadi lebih baik,” ungkap Agus Imam Taufik, Kamis, 5 Februari 2026.


Salah satu warga binaan, Wandi Siahaan, mengaku sangat bersyukur atas adanya program tersebut. Ia mengatakan dirinya hanya sempat mengenyam pendidikan sekolah dasar hingga kelas 2, sehingga kemampuan membacanya sangat terbatas.


“Saya bersyukur sekali pembinaan ini ada. Saya jadi bisa belajar membaca lagi di sini,” ujar Wandi.


Dengan adanya kegiatan Pengentasan Buta Aksara ini, Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi terus menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan pembinaan yang bermanfaat, guna membantu warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat.

Peringatan Isra Mikraj di SDN 021 Bagan Barat, Momentum Menanamkan Kesadaran Sholat Lima Waktu Sejak Dini


Suara Hati Publik My.Id| Bagan Barat 

SDN 021 Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum penting untuk mengingatkan sekaligus menanamkan nilai-nilai keimanan kepada peserta didik, khususnya tentang pentingnya menjaga sholat lima waktu dalam kehidupan sehari-hari.


Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan dengan penuh penghayatan oleh Muhammad Abiyan Naufal Arif, menciptakan suasana religius dan menenangkan sejak awal acara.


Dalam sambutannya, Kepala SDN 021 Bagan Barat, Nurhayati, S.Pd., SD, menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sarana edukatif untuk membentuk karakter religius peserta didik.


“Melalui peringatan Isra Mikraj ini, kami berharap anak-anak semakin memahami makna sholat sebagai kewajiban utama seorang muslim dan menjadikannya kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nurhayati'Kamis 5/2/2026


Acara dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustad Khairul Rahmat. Dalam ceramahnya, Ustad Khairul Rahmat menekankan bahwa peristiwa Isra Mikraj merupakan perintah langsung dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW tentang kewajiban sholat lima waktu. Ia juga mengajak para siswa, guru, dan orang tua untuk bersama-sama menjaga sholat sebagai tiang agama dan pondasi akhlak.


Sementara itu, Ketua Panitia, Murniati, S.Pd, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan demi membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan berkarakter kuat.


Peringatan Isra Mikraj ini berlangsung dengan tertib, penuh kekhusyukan, serta mendapat antusiasme tinggi dari para siswa dan dewan guru. Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar seluruh keluarga besar SDN 021 Bagan Barat senantiasa diberikan keberkahan dan kemudahan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi penerus bangsa.


Editor : Redaksi

Ditjen PAS Riau: Penempatan Napi di Rutan Bersifat Situasional, Bukan Abaikan Aturan


Suara Hati Publik My.Id| PEKANBARU,

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Provinsi Riau, Maizar, Bc.IP., S.Sos., M.Si.,  menegaskan bahwa penempatan tahanan maupun narapidana di rutan atau lapas bukan tanpa dasar, melainkan mempertimbangkan kondisi faktual di lapangan, ketersediaan sarana, serta efisiensi penanganan perkara.


Menurutnya, secara normatif memang terdapat perbedaan fungsi antara rutan dan lapas. Rutan diperuntukkan bagi tahanan yang perkaranya belum berkekuatan hukum tetap, sedangkan lapas untuk narapidana yang telah menjalani putusan inkrah. Namun dalam praktik, kondisi tersebut kerap bersifat situasional.


“Kalau memang bisa dipindahkan dan tempatnya ada, tentu dipindahkan. Tapi kenyataannya, kondisi di lapangan tidak selalu ideal,” ujarnya.



Maizar menjelaskan bahwa di Provinsi Riau sendiri terdapat beberapa rutan dan lapas yang tersebar di berbagai daerah. Rutan antara lain berada di Pekanbaru (Sialang Bungkuk), Dumai, dan wilayah lainnya, sementara lapas juga tersebar di kabupaten/kota.


Namun ia mengakui, jumlah lapas dan rutan yang ada belum sebanding dengan jumlah tahanan dan narapidana, sehingga sering terjadi penumpukan di satu titik.


Ia juga menyinggung faktor jarak dan biaya sebagai alasan praktis mengapa tahanan masih ditempatkan di rutan atau bahkan di lapas terdekat, meskipun status hukumnya belum inkrah.


“Kalau harus bolak-balik sidang dari lapas yang jauh, biayanya besar, pengamanan berat. Jadi dalam kondisi tertentu, penempatan dilakukan berdasarkan efisiensi dan keamanan,” jelasnya.


Terkait pembinaan, Maizar menegaskan bahwa rutan tetap menjalankan fungsi pembinaan terbatas, meskipun tidak selengkap lapas. Kegiatan yang dilakukan di rutan umumnya bersifat dasar, seperti pembinaan keagamaan.


“Di rutan memang tidak selengkap lapas. Karena rutan fokusnya penahanan. Pembinaan penuh itu ada di lapas. Itu sebabnya narapidana inkrah idealnya dipindahkan ke lapas,” kata mantan Kalapas Nusakambangan 


Maizar memastikan bahwa Kementerian Hukum dan HAM melalui Ditjen PAS memiliki program pemindahan narapidana, termasuk pemindahan berdasarkan domisili dan pemerataan hunian, yang merupakan program dari pusat, bukan kebijakan daerah atau inisiatif pribadi UPT.


“Program pemindahan itu dari pusat. Kalau ada programnya, kita di daerah hanya melaksanakan dan membantu,” tegasnya.

Namun demikian, ia kembali menekankan bahwa keterbatasan kapasitas membuat pemindahan tidak bisa dilakukan sekaligus, melainkan bertahap sesuai prioritas dan kondisi keamanan.


“Ini kondisi yang harus dipahami bersama. Bukan berarti aturan diabaikan, tapi pelaksanaannya menyesuaikan situasi,” pungkasnya.

Gotong Royong Sambut Ramadhan 1447 H 2026, Pegawai Kepenghuluan Bagan Punak Meranti Bersihkan Kantor dan Halaman


Suara Hati Publik My.Id| ROHIL 

Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, seluruh pegawai dan staf Kantor Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, menggelar kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan kantor, Kamis (05/02/2026). 


Kegiatan bersih-bersih ini meliputi pembersihan halaman, saluran air, serta bagian dalam dan luar bangunan kantor agar tercipta suasana yang bersih, nyaman, dan tertib menjelang bulan penuh berkah.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Datuk Penghulu Bagan Punak Pesisir Muhammad Toib, Sekretaris Kepenghuluan Fitri, Amd., para Kepala Dusun (Kadus), RT/RW, serta seluruh perangkat kepenghuluan yang bersama-sama bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar kantor.


Datuk Penghulu Bagan Punak Pesisir Muhammad Toib menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk kebersamaan dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, sekaligus persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.


"Momentum menyambut Ramadhan ini kita jadikan sebagai ajang mempererat silaturahmi antarperangkat kepenghuluan serta menumbuhkan semangat kebersamaan. Dengan lingkungan yang bersih dan rapi, diharapkan pelayanan kepada masyarakat juga semakin nyaman,"ujar Toib.


Sementara itu, Sekretaris Kepenghuluan Fitri, Amd., menambahkan bahwa kegiatan bersih-bersih tersebut rutin dilakukan, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.


"Kami ingin memastikan lingkungan kantor selalu dalam kondisi bersih dan tertata. Selain menciptakan kenyamanan bekerja, ini juga menjadi contoh positif bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan," jelasnya.


Melalui kegiatan gotong royong ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terus terjaga, sekaligus menjadi bagian dari persiapan spiritual dalam menyambut Ramadhan 2026.


Editor: Redaksi

Tak Ada Kata Libur untuk Keamanan", Satopspatnal Gelar Deteksi Dini Humanis


Suara Hati Publik My.Id| Bandar Lampung
 

Konsistensi menjadi senjata utama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung dalam menjaga stabilitas keamanan. Pada Kamis (5/2), Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopspatnal) kembali bergerak menyisir blok hunian sebagai langkah deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib).


Kegiatan ini tidak sekadar rutinitas menggugurkan kewajiban. Di bawah atensi khusus Kepala Lapas (Kalapas) Ike Rahmawati, tim bergerak dengan pendekatan yang berbeda: Humanis namun Waspada. Petugas memeriksa kelayakan sarana fisik dan sterilitas area, sembari tetap membangun komunikasi positif dengan warga binaan.


Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ahli Madya, Herman Ahmad, yang terjun langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa standar pengamanan di Lapas Kelas I Bandar Lampung tidak mengenal tanggal merah atau hari libur.


"Sesuai arahan tegas Ibu Kalapas, kegiatan deteksi dini ini akan terus kami lakukan secara konsisten setiap hari tanpa libur. Keamanan adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar. Kami hadir memastikan warga binaan aman, lingkungan kondusif, tapi tetap dengan cara-cara yang memanusiakan," ungkap Herman Ahmad di sela-sela pemeriksaan.


Kehadiran pejabat fungsional senior dalam kegiatan rutin ini menunjukkan keseriusan manajemen Lapas Kelas I Bandar Lampung. Deteksi dini yang dilakukan secara terus-menerus ini diharapkan mampu menutup celah risiko sekecil apapun, menciptakan rasa aman bagi petugas maupun warga binaan.


@pemasyarakatanlampung

@ikerahmawatiofficial

@kemenimipas

#lapaskelas1bandarlampung #pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat #Kemenimipas #Satopspatnal #DeteksiDini #KonsistensiTanpaLibur #KamtibPasti #Humanis #BandarLampung

Tidak Ada yang Boleh Menghambat!", Dirjenpas Tegaskan Hak Integrasi Wajib Bebas Dari Pungli


Suara Hati Publik My.Id| Bandar Lampung 

Komitmen untuk memberikan kepastian hukum dan pelayanan bersih dalam pemenuhan hak warga binaan kembali ditegaskan oleh pimpinan tertinggi pemasyarakatan. Pada Kamis (5/2), Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, beserta seluruh pejabat struktural mengikuti pengarahan virtual dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) di ruang rapat utama.


Agenda penting ini membahas secara spesifik mengenai mekanisme Pengusulan Hak Integrasi Narapidana dan Anak Binaan. Dalam arahannya yang disimak langsung oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia, Dirjenpas memberikan instruksi yang sangat tegas dan tanpa kompromi.


Dirjenpas menekankan bahwa integrasi (seperti Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat) adalah hak mutlak bagi narapidana dan anak binaan yang telah memenuhi syarat substantif dan administratif.


"Saya tegaskan, integrasi merupakan hak mereka. Tidak ada yang boleh menghambat masalah pembebasan ini. Prosesnya harus transparan, cepat, dan yang paling utama, tidak ada pungutan liar (Pungli) sepeser pun dalam pengurusan hak integrasi ini," tegas Dirjenpas dalam arahannya.


Pesan keras ini menjadi "lampu merah" bagi seluruh petugas untuk tidak main-main dengan prosedur layanan. Kalapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, menyambut baik arahan tersebut dan menyatakan kesiapan jajarannya untuk tegak lurus mengimplementasikan instruksi Dirjenpas.


"Kami pastikan di Lapas Kelas I Bandar Lampung, seluruh pengurusan hak integrasi berjalan sesuai aturan, nol rupiah, dan tidak dipersulit. Ini adalah komitmen pelayanan kami," ujar Kalapas usai kegiatan.


@pemasyarakatanlampung

@ikerahmawatiofficial

@kemenimipas

@ditjenpas

#lapaskelas1bandarlampung #pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat #Kemenimipas #HakIntegrasi #StopPungli #Dirjenpas #LayananGratis #ZeroPungli #BandarLampung